Kisah Sukses Santri

Negeri 5 Menara, kisah sukses santri 

Novel ini merupakan kisah nyata dari seorang mantan jurnalis bernama a. fuadi. Apa yang dialaminya dari mulai keputusannya untuk mondok di pondok madani hingga akhirnya ia lulus dari pondok.

Ada yang unik dari novel ‘negeri 5 menara’ ini, begitu pembaca pertama kali membuka lembaran pertama dari buku ini dibalik hard cover depan dan belakang pembaca akan disuguhi gambar denah dari pondok madani. Rupanya fuadi sadar bahwa sebagian besar pembacanya belum tentu pernah mengalami kehidupan pondok. Perlu sebuah visualisasi dalam bentuk denah agar imaginasi pembaca tidak liar dalam menyelami kehidupan pesantren versinya fuadi.

‘Man jada wajada’ sebuah mahfuzhat atau pepatah arab (yang juga saya pelajari diawal-awal nyantri) yang artinya Siapa yang bersungguh-sungguh ia akan dapat adalah mantera sakti yang merubah kehidupan Alif selanjutnya sang tokoh utama dalam buku ini. Kekuatan kata-kata inilah yang merubah kehidupan seorang anak kampung hingga merambah dikehidupan di benua Amerika & Eropa.

Dalam buku ini, seluk beluk kehidupan pesantren dengan pendidikannya yang berlangsung 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, dikupas habis beserta romantikanya. Disiplin yang ketat bak kuil shaolin, kehidupan yang sederhana, jadwal padat yang diatur dengan lonceng, kyai yang jago bermain bola, semuanya dikupas habis di novel ini.

Tidak menyesal saya membeli buku ini, meski awalnya diniatkan untuk mengisi waktu kosong selama bulan puasa kemarin  tapi ternyata hanya 2 hari saja saya menghabiskan waktu untuk membaca  habis 416 halaman hal yang belum pernah saya lakukan dalam membaca apapun termasuk novel.

Apresiasi yang luar biasa untuk a. fuadi yang awal karirnya dimulai dari jurnalis bukan ustadz seperti kebanyakan alumni pesantren. Meski ada beberapa kisah yang kental fiksinya seperti kisah kecerdasan bocah bernama Baso yang memiliki photographic memory tetapi jika dibanding Lintang dalam kisah Laskar Pelang kisah Baso ‘masih’ realistis. Nampaknya tinggal menunggu waktu saja kisah ini di filmkan.

‘Man jada wajada’ Siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses. Sudahkah kita bersungguh-sungguh dalam bekerja dan belajar..?

About Aziz Muslim

Saya anak ketiga dari 4 bersaudara. Lahir di Demak, 10 April 1981. Menamatkan bangku MI (setingkat SD) pada tahun 1993, MTs (SLTP) tahun 1996 dan STM (SMK) tahun 1999. Pada tahun 2000, masuk ke Perguruan Tinggi di FPBS - English, saya selesaikan studi di IKIP PGRI Semarang 28 September 2004, saya mencoba belajar lagi dengan siswa MTs dan MA (Madrasah Aliyah-stingkat SMA) dan masih sedang belajar utak-utik komputer.

Posted on 16 Januari 2010, in cerita, kisah and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: